Sabtu, 24 Juli 2010

FF [CHECKMATE MY WILD SOUL]

Title : Checkmate My Wild Soul

Author : Lian 1412

Length : Oneshot

Cast : Onjongkey

Lian Jongkey Cassie Royal as Lee Sora and Lian

Ari Jongkey Cassiopeia as Kim Hyuna


++Kibum POV++

Bintang yang paling bersinar terang itulah aku. Mungkin terkesan terlalu arogan dan sombong, tapi memang begitulah adanya. Orang yang selalu tampil mencolok diantara orang-orang cupu yang kutu buku ini adalah aku Kim Kibum. Meski aku sekolah di sekolah unggulan Daegu YoungSinGo High School, belajar di kelas unggulan dan pernah ikut pertukaran pelajar ke luar negeri, aku tak mau disebut si kuper. Meski pandai, aku gak mau dandan seperti teman-temanku, pake kacamata tebel, rambut berwarna hitam legam yang disisir rapi, kemeja yang dikancingkan hingga atas, tingkah laku dan segala perkataan yang terikat tata krama, dan tak lupa dengan setumpuk buku kemana pun ia pergi. Aish... Hidup cuma sekali, kenapa gak kita nikmati aja?

================

Minggu. Hari yang cerah untuk bermain, tapi hari ini aku harus berangkat ke sekolah. Sekolah swasta unggulan dari kota sebelah datang berkunjung dan kami para murid kelas unggulan di wajibkan untuk menyambut kedatangan mereka. Aku lupa nama sekolahnya apa, yang jelas aku berangkat ke sekolah dengan penampilan yang sesuka hatiku. Tak kupedulikan peraturan sekolah seperti biasanya karena bagiku penampilan adalah nomer satu.


"Yah! Kibum ah! Apa-apaan kau ini?" Sesampainya di sekolah, ketua kelas yang entah namanya siapa, aku lupa menarik tubuhku kemudian membantingku ke tembok dekat toilet. Kali ini dia menatap mataku tajam seolah binatang yang penuh amarah dan nafsu membunuh.

"Apa-apaan? Kau ini yang apa-apaan? Kau mau memperkosaku di depan banyak orang?"

'Plak' tamparan yeoja pendek itu begitu saja mendarat di pipiku.

"Paboya! Oh, God, it can't be helped! Yah! Kim Kibum ah~ kenapa kau berpakaian seperti ini? Ini di sekolah. Harusnya kau mengenakan seragammu."

"Hm? Kenapa harus begitu? Ini hari minggu dan tak ada seragam untuk hari minggu bukan?"

"Ta..tapi.. Aish, kau ini selalu saja seenaknya. Mentang-mentang peringkat pertama dan pernah ikut pertukaran pelajar kau jadi seenaknya seperti ini. Dasar susah diatur. Terserah kau sajalah. Kalau pun kau pakai seragammu pasti kau tak akan memakainya dengan benar." usai berceloteh yang tak jelas, yeoja itu pun pergi meninggalkanku.

"Hah... sekali nomer 2, tetap saja nomer 2." Aku berkata lirih tapi sinis. Aku yakin si pendek nomer dua itu pasti mampu mendengarnya, hanya saja ia tetap saja bertampang kaku seperti tadi. Memuakkan. Aku berjalan santai menuju gedung pertemuan tempat semuanya berada.

'DEG'

Setelah melihat pemandangan yang ada di pojok gedung pertemuan, ada yang aneh pada diriku. Langkahku terhenti, jantungku berdebar begitu cepat, seluruh diri ini seakan dibakar api semangat yang membara. Tak kuasa menahan diri, aku menarik lengan salah seorang temanku yang kebetulan melintas di dekatku.


"Hyuna! Yang dipojok sedang baca panduan itu murid sekolah sebelah juga?"

"Hm? Yang mana?"

"Itu tuh, yang dipojok." Aku menunjuk dua orang yang kumaksut.

"Oh, dua namja cakep itu? Iya. Waeyo? Ketemu ama yang sejenis? Pengen kenalan? Yang pake kemeja kuning itu namanya Kim Jonghyun, dia bukan murid unggulan di sekolahnya, tapi dia cukup populer karena bakat musik dan kekayaannya. Sebelahnya Lee Jinki, dia juga kaya dan termasuk peringkat kedua di sekolahnya. Mereka berdua istimewa karena prestasi dan kekayaan yang mereka punya, maka dari itu mereka dibiarkan bertingkah dan bersolek sesuka mereka. Yah, mirip sepertimu ini. Sudah ya. Aku mau urus konsumsi di belakang."

"Ah, ne. gomawoyo." Salah seorang dari kedua namja itu melihatku dan melemparkan sebuah senyuman manis yang seketika membuat hatiku meleleh. Ada yang aneh pada diriku. Jiwaku terasa semakin liar. Aku menyukainya, dan sepontan aku berjalan cepat kearahnya dan menunjuknya. "Yah! Kau! Choenun Kim Kibum imnida! Aku suka padamu! Malam ini kau harus datang kerumahku! Aku tak mau dengar alasan, aku mau lihat tindakan!" Dengan jelas dapat kulihat wajah terkejutnya dan sejuta pandangan aneh yang tertuju padaku setelah mendengar suaraku yang begitu lantang ini. Aku tak peduli. Aku segera keluar dari gedung itu dan pulang. Aku mau mempersiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam.

=======================

'Shoujun awashite aimai na yume no naka no hyouteki neratte~ CHOTTO jirashichatte ai to tawamure nagara toki wo oyoideru~ Risei nante IRANAI Love you Tonight~' Kubiarkan dentuman keras keluar begitu aja dari tapeku. Lagu Wild Soul yang dibawakan Changmin itu terdengar di seluruh penjuru rumah yang tak ada orang selain aku dan para pembantu. Di rumah yang terasa dingin ini aku menutupi kecemasanku dengan suara keras ini. Aku cemas dan berdebar tak karuan menanti orang yang kulupa namanya. Aish, betapa payahnya diriku yang melupakan nama orang yang kusuka. Mulai saat ini aku bertekat untuk tidak boleh lupa nama orang lagi.

'Hey! Come on!~ Get WILD!! Shaking My SOUL Let me feel what I've never seen~ You're gonna baby, baby be my Angel just take you I wanna get you~' lagu yang sama masih berdentum dengan kerasnya di rumah ini meski jam telah menunjukkan pukul 12 lewat. Aish, sudah ganti hari ternyata. Kenapa dia tak jua tiba? Aku menatap sendu pada makan malam yang mulai mendingin. Kemana hilangnya semangatku saat memasak tadi? Sekarang harapanku sirna sudah.

"Hah~" Aku menghela napas panjang dan merebahkan tubuhku di ruang tamu masih kubiarkan terbuka.

===============

Sekolah. Kali ini ada yang beda dengan penampilanku. Dengan adanya kejadian kemarin, kepala sekolah dan guru-guru lainnya pasti marah besar padaku. Maka dari itu, hari ini aku tampil beda. Tampil sewajarnya seorang murid terpelajar dan memasang tampang alim. Huft. Aman. Mereka tak mungkin mendepak siswa serba bisa sepertiku. Kekeke~

Sepulang sekolah, ada yang aneh. Teman dari orang yang kusuka yang entah namanya siapa aku lupa itu datang ke sekolah dan secara kebetulan berpaspasan denganku.

"Yah! Ada perlu apa kau kemari huh?"


"Kau! Yah! Ada apa dengan penampilanmu? Hampir saja aku tak mengenalimu tadi."
"Penampilanku itu urusanku. Bukan urusanmu. Jadi, kenapa kau kemari huh?"

"Aku datang kemari itu urusanku, bukan urusanmu."

"Jelas saja urusanku. Kau datang ke sekolahku."

"Ok. fine. Aku mau cari Lee Sora. Kau tahu dia dimana sekarang?"

"Lee.. Siapa tadi?"

"Lee Sora!"

"Lee Sora? Ehm.. Aish, aku lupa. Aku bukan tipe anak yang gampang inget nama orang. Emang dia siapa ya? Orang penting?"

"Dia ketua kelas unggulan disini. Kamu gak kenal?"

"Ketua kelas? Yah! Maksutmu si pendek nomer dua itu? Ada urusan apa kau dengannya?"

"Memangnya harus kujelaskan padamu setelah kau menghina jagiyaku?"

"MWO????? Sejak kapan?"

"Aish, tak perlu histeris seperti itulah, sejak kemarin. Memangnya kenapa? Kau juga suka padanya? Bukannya kau suka temanku?"

"Ani! Aniyo! bagaimana mungkin seorang Kim Kibum suka yeoja cerewet yang sok perfect itu? Aku hanya kaget padahal dia paling benci dengan orang seenaknya sepertiku, tapi kenapa dia bisa jatuh cinta pada orang yang sejenis denganku sepertimu ini?"

"Sejenis? Jangan samakan aku denganmu. Aku punya kelebihan."

"Kelebihan?"

"Aku bisa menjatuhkan hati para yeoja dengan suaraku."
"Yah! Cuma itu ternyata. Aku lebih punya banyak kelebihan dari pada kau. Aku serba bisa, aku jago dalam pelajaran, dan aku juga jago dalam memasak."

"Haha.. Kalau itu sih saingannya para yeoja. Mana ada yeoja yang suka padamu? Ups, kau memang gak suka yeoja sih. Keke~"

"Oh iya. Mana temanmu itu? Aku sudah menyuruhnya datang kerumahku kenapa tak datang?"

"It's all your fault. Dia sih udah niat dateng, tapi kamu gak bilang alamat rumahmu sih, bagaimana bisa dia datang?"

"Ah.. alasan. Dia kan bisa tanya siapa gitu kek. Di sekolah ini aku kan cukup terkenal." Lagi-lagi aku membanggakan diriku entah untuk keberapa kalinya,.

"Jonghyun oppa!" tiba-tiba Lee Sora datang dan meraih lengan namja yang sedari tadi berbincang-bincang dengan Kibum. "Nunggu lama?"

"Aniyo..." Pemuda yang dipanggil Jonghyun tersenyum manis pada yeoja itu.

"Heh, pendek. Seleramu sudah berubah sekarang?" Aku kesal sekali melihat pemandangan mesra ini dan memandang sinis ke arah Sora.

"Ah.. eh.. bukan urusanmu! Ayo oppa." Sambil menahan rasa malunya yang teramat, Sora menarik lengan Jonghyun untuk menjauh dariku.

"Yah! Kau! Jonghyun! Bilang ke temanmu itu, aku kecewa padanya! Suruh dia anggap aku tak pernah bilang suka ke dia!" Aku berteriak kesal. Hatiku dongkol karena merasa kalah dari kemesraan mereka.

++End of Kibum POV++

=========

++Jinki POV++


Aku baru saja meneguk jus jerukku ketika Jonghyun datang dan menyampaikan pesan Kibum, namja yang kusukai pada pandangan pertama di Daegu YoungSinGo High School kemarin.

"Mwo? Dia bilang seperti itu? Aish... Menurutmu aku harus bagaimana?"

"Yah, datang kerumahnya dan minta maaf. Eh, tapi aku penasaran, bagaimana bisa kau suka pada orang secerewet dia?"

"Cerewet? menurutmu begitu? Menurutku dia manis. Dia mirip denganmu. Orang yang spontan dan unik. Dia bahkan terlihat lebih cantik dari segala yeoja yang pernah ada termasuk jagiyamu itu. Siapa namanya?"

"Sial,. Kalian berdua memang serasi. Suka sekali lupa nama orang. Namanya Lee Sora."

"Yah! Lee Sora... Haha.. mianh aku melupakannya,. Oh iya bukannya Sora itu teman sekelasnya, siapa tahu dia bisa membantu."

"Bisa membantu? Jika dilihat dari hubungan mereka yang seperti itu I don't think so."

"Yah, paling nggak dia tahu alamat Kibum bukan?"

"Yah, gak ada salahnya dicoba." Jinki tersenyum cerah masih berharap bunga cinta saat pandangan pertama itu dapat semakin mekar dan bersemi dihatinya.

++End of Jinki POV++

==========

++Kibum POV++

Ada yang aneh pada diriku, dan kusadari itu. Ini semua karena aku bertemu pandang dengan namja itu, karena aku melihat senyum manis yang ia tujukan padaku. Aish... Gara-gara namja tak bertanggung jawab itu urusan sekolahku mulai kacau. Masakanku pun juga jadi terasa aneh. Dia telah bangkitkan jiwaku yang liar kemudian membuatku kecewa begitu saja. Tapi kenapa sampai sekarang aku tak bisa berhenti memikirkannya? Senyum manisnya yang hanya ditujukan padaku. Aku selalu membayangkan hal yang lebih. Hal yang Aish, segalanya tentang dia.

"Tuan muda, ada tamu." Pelayanku yang keturunan jepang bernama Lian masuk ke dalam kamar dengan hati-hati karna tahu suasana hatiku sedang buruk akhir-akhir ini.

"Tamu?" Aku yang sudah siap untuk tidur itu bertanya penasaran. Tamu malam-malam begini?


"Ne. Sedang menunggu di ruang tamu. Saya permisi dulu." Aku segera keluar dari kamarku dan menuju ruang tamu... OMG.. betapa kaget, senang, haru, aish.. rasanya campur aduk melihat si namja manis itu tengah duduk di ruang tamu. Akan tetapi aku tak mau dia lihat rasa bahagiaku kini. Bagaimanapun juga ia telah buatku kecewa. " Yah! Kau! Siapa namamu? Ada urusan apa kau datang kemari huh?"

"Aish, Choneun Lee Jinki imnida dari ChungOon High School. Aku ingin memenuhi permintaanmu beberapa hari lalu." Jinki. Namanya Jinki. Mulai sekarang aku tak boleh lagi lupa dengan nama ini.

"Yah! Apa kau pikun? Aku bilang waktu itu malam itu juga. Waktunya sudah lewat."

"Aish... itu.. mianh.. aku tak tahu rumahmu dan kupikir kau hanya becanda."

"Becanda? Di depan orang banyak seperti itu?"

"Er.. Jongmal Mianheyo... ini aku bawakan boneka sebagai tanda maaf. " Aish, senyumnya.. Dia keluarkan lagi senyum yang mampu membuatku meleleh itu. "Kau masih suka padaku kan? I hope so 'cz I luv u. Saranghae." OMG! Dia bilang cinta... membuat rasa benci, kecewa dan segala rasa kesal di hatiku sirna. Spontan Jiwaku yang liar bangkit dan tak tertahankan lagi.


"Nado Saranghae." Jawabku cepat sambil memeluk tubuhnya. Aku benar-benar telah kehilangan akalku semenjak dia ucapkan cinta. Rasa benci dan gengsi hilang seketika. Apa aku ini namja yang cukup murahan? Aku meraih boneka yang ia berikan padaku dan langsung menariknya ke ruang makan. "Kau tunggu disini dulu. Aku buatkan makan malam untukmu." Dengan tampang canggung dan sedikit kebingungan dia duduk di ruang makan. Aku segera melesat ke dapur dan memasakkan berbagai masakan andalanku sambil membayangkan apa saja yang akan aku lakukan dengannya setelah ini. Khayalan dari jiwaku yang liar satu per satu mulai bermunculan dan membuatku tersenyum penuh arti.

Aku kembali ke ruang makan dan memakan masakan buatanku bersama Jinki. Kubiarkan kata-kata romantis yang keluar dari suara manis seorang Lee Jinki mengalun lembut. Aish.. aku sudah tak tahan lagi.

"Jinki ah, hentikan semua ini."

"huh?"

"Kemarilah lebih dekat denganku." Jinki menggeser tempat duduknya hingga lebih dekat denganku. "Jinki ah.. saranghae..." Aku mulai bersikap manja padanya.

"Na do saranghae." mendengar jawabannya jiwa liarku semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar tak kuasa menahannya. Aku bangkit dari tempat dudukku dan beranjak menuju ruang tengah, tapi Jinki mengikutiku. Seakan tahu pikiranku, Jinki menarik lenganku dan berbicara, "Rasanya malam ini aku gak bisa pulang karena kamu ada disini."

"Tapi, apa orang tuamu tak mencarimu?"

"Itu urusan gampang. Aku bisa minta Jonghyun untuk carikan alasan. My charm is yours from now on." Mendengar kalimat terakhirnya jiwa liarku semakin membludak. Jantungku berdebar semakin cepat. Kata-katanya barusan seakan memberiku harapan yang semakin menjadi-jadi. Aku memeluk erat tubuhnya dan tak akan kulepas hingga esok tiba.

"Saranghae!" kalimat itu seakan sudah menjadi bagian dari hidupku yang akan terus kuucapkan hanya untuknya seorang. Aku pastikan itu.

~END~

Source by Lian Blingers
http://www.facebook.com/profile.php?id=1233381931&v=app_2347471856&ref=ts#!/notes.php?id=1233381931&start=0&hash=f838cf5a77cf4817c17f77d4070f591b

Tidak ada komentar:

Posting Komentar