Sabtu, 24 Juli 2010

FF [ AT LEAST I STILL HAVE YOU]

Title : At Least I Still Have You
Author : Lian1412
Main Cast : Hanchul


Other Cast : Author as Lee Sora


'Ting Tong...Ting Tong' disuatu pagi, bel pintu apartemen Super Junior berbunyi. Dengan langkah malas karna baru bangun tidur, Heechul membuka pintu itu.

"Yah, kenapa semuanya bisa tetap tidur tenang sementara bell terus berbunyi sih?"

Terkejut, haru, rindu bercampur dalam ekspresi wajahnya saat melihat tamu yang datang itu. Ia pun meloncat dalam pelukan namja itu.

"Hankyung ah!!! Kau kembali juga rupanya. Aku merindukanmu pabo!" Namja yang dipanggil Hankyung itu melepaskan pelukan Heechul.

"Chulie ah..." panggilnya dengan nada mesra tapi sendu. "Mianhae... aku hanya mengambil beberapa barang-barangku hari ini." Hankyung menunduk untuk menyembunyikan rasa sedihnya. Ekspresi kecewa tersirat jelas di wajah Heechul.

"Waeyo? Kau benar-benar akan pergi dari sini? Apa kau tak mencintaiku lagi?"

"Chulie ah... mianhae. Aku tak bisa tetap tinggal disini." kata Hankyung pelan. Heechul melihat ke arah lantai. Dari bibirnya yang sedikit manyun terlihat jelas bahwa ia merasa sangat tidak puas dengan keputusan Hankyung.

"Terserah kau sajalah pabo! Kau memang sudah tak memerlukan aku lagi jadi kau pergi. Argh... Ambil saja barang-barangmu sana dan jangan kembali lagi. Aku pergi dulu." Heechul melankahkan kakinya keluar dari apartemen setelah menyambar jaket milik Leeteuk yang tersampir disembarang tempat.

"Chulie..." Hankyung hanya menatap sendu kepergian Heechul kemudian masuk ke dalam kamar untuk mengambil beberapa barangnya yang dianggap perlu kemudian keluar dari apartemen untuk mencari Heechul, kekasih hatinya.


~Heechul POV~

Langkah kakiku terhenti begitu saja sesampainya di taman dekat stasiun. Aku hempaskan badanku di salah satu bangku yang ada di taman itu sembari mendesah. Kukira pagi ini adalah pagi yang terindah karena aku bisa bertemu dengannya kembali. Tapi tak kusangka dia benar-benar memutuskan untuk pergi meninggalkan nama Super Junior. Seakan langit yang cerah berubah menjadi kelam. Seperti suasana hatiku ini. Kenapa kau tak segera mengejarku saat aku pergi tadi? Datanglah dan cerahkan kembali langit itu. Mungkin hanya dirimulah yang paling berharga dalam hidupku.

~End of Heechul POV~


"Chulie ah... akhirnya aku menemukanmu. hah.. hh..." dengan napas yang tersengal Hankyung berlari ke arah Heechul yang masih duduk termenung dan turut menghempaskan badannya disisi kekasihnya itu. "Chulie.. Untung saja aku dapat menemukanmu. Ada yang ingin kusampaikan padamu."

"Mwo?"

"Aku juga merindukanmu. Saranghae..."

"Jadi kau tak akan pergi bukan?"

"Entahlah."
"Yah! Kalau kau rindu padaku, kalau kau mencintaiku, lalu kenapa kau harus pergi?"

"Tapi aku tak sanggup."
"Yah.. Hankyung ah.. aku janji aku tak akan selingkuh lagi dengan Si Won atau siapa pun itu. Aku tak akan mencium siapa pun lagi selain dirimu. Jadi kau harus tetap tinggal disisiku. Mengerti!"

"Chulie ah.. mengertilah kondisiku. Aku juga merasa berat..."
"Tapi masih ada aku disini bukan? Kita bisa hadapi semuanya bersama seperti biasanya bukan?"

Hening... Raut kesedihan jelas terpancar dari wajah Hankyung dan Heechul. Heechul berusaha untuk mengerti keadaan Hankyung, tapi egonya selalu saja menolak keputusan Hankyung. Padahal Heechullah yang selama ini paling tahu bahwa Hankyung telah melewati banyak hal dan persoalan yang begitu berat.

"Chullie.." Hankyung menatap lembut namja di depanya itu kemudian mendekatkan dirinya hingga membuat namja tersebut jatuh kembali dalam pelukannya. Hankyung pun mendekatkan bibirnya ke telinga Heechul dan berbisik. "Mianh... Saranghamnida." Heechul hanya terdiam berusaha menahan air matanya yang hendak jatuh karna tak sanggup lagi menahan keputusan Hankyung untuk pergi. Hankyung melepas pelukannya dan mengecup lembut kening Heechul yang tertutup poni kemudian melangkah pergi dari tempat itu, meninggalkan Heechul yang mulai mengalirkan air matanya.


~Heechul POV~

Ah... Aku sudah tak kuasa lagi menahan air mata ini, jadi kubiarkan saja mengalir mengiringi kepergiannya. Kulihat tubuh Hankyung mulai menjauh. Punggungnya nampak lebih kecil dari biasanya. Seberat itukah beban yang harus kau tanggung? Tak bisakah kau membaginya denganku? Makin lama tubuhnya makin tak terlihat lagi karna ia yang semakin menjauh, dan karna air mata yang mulai memenuhi mataku dan membuat pandangan disekitar nampak kabur.

~End of Heechul POV~


Langkah kaki Heechul makin cepat menuju salon langganannya. Setibanya disana, ia langsung merebahkan dirinya di kursi depan kaca yang masih kosong.

"Ah, Heechul oppa. Selamat datang, kali ini rambut oppa mau dibikin seperti apa oppa?" Sambut Lee Sora salah seorang pegawai salon tersebut

"Keriting." jawab Heechul singkat.

"Mwo?" Sora masih merasa ragu dengan jawaban Heechul.

"Ubah rambutku jadi keriting."

"Oppa serius?"

"Ne."

"Tapi oppa, kalau rambut oppa dikeriting oppa nanti jadi terlihat sedikit... ah. mianh.. jelek gitu. Lagi pula oppa akan nampak lebih tua kalau dikeriting."

"Biar saja. pokoknya lakukan saja apa kataku. Aku bosan dengan model rambut lurus terus. Aku mau ganti suasana. Titik."

"N..ne." Sora pun melakukan apa yang diperintahkan Heechul.

"Hah... akhirnya jadi juga rambut ini keriting." Heechul menghela napas lega kemudian merogoh hape di sakunya dan menelpon Hankyung.

"Yoboseyo, Chulie ah.. Waeyo?" sapa suara di sebrang.

"Hankyung ah... sore ini, bisakah kau datang ke taman itu lagi?"

"Hm.."
"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan."
"Ne."

"Ku tunggu jam 5sore di bangku tadi ya."

"Ne.

Tut.. sambungan terputus. Heechul melangkahkan kakinya kembali ke apartemen. Berusaha menata hati dan memantapkan pikirannya.

---------------------------------------------------------------

Langit sore yang kemerahan menemani Heechul yang datang lebih awal.

"Siapa kau?" Hankyung yang datang beberapa saat kemudian tak mampu mengenali Heechul yang telah merubah rambut dan penampilannya.

"Kau lupa padaku?"

"Chulie? Tapi kenapa rambutmu?"

"Tak masalah bukan. Aku hanya ingin ganti suasana saja karna aku ingin membereskan perkara hatiku."
"Maksutmu?"
"Hankyung ah, aku sudah bilang kalau aku ingin menyampaikan sesuatu bukan?"

"N..ne..Mwo?" tanya Hankyung. Heechul melihat jam tangannya menunjukkan arah 17.03 kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Hankyung hingga bibir mereka menyatu. Mereka berciuman. Awalnya Hankyung cukup kaget dengan hal yang begitu tiba-tiba ini, namun sesaat kemudian ia pun turut menikmati ciuman itu. Yah, memang inilah gaya Heechul. Begitu spontan dan tiba-tiba. Setelah beberapa saat larut dalam ciuman Heechul, Hankyung melepaskan diri dari ciuman tersebut untuk mengambil napas. Heechul langsung melihat kembali ke arah jamnya.

"5 menit 28 detik. Hem.. tak buruk juga."

"Hm... kau menghitungnya?" Hankyung agak kaget melihat tingkah Heechul yang tengah menghitung durasi ciuman mereka.

"Ne. tapi ini lebih buruk dari saat terakhir kita ciuman. Bukannya beberapa saat yang lalu kita mampu sampai 8 menit?"

"Argh.. Culie ah.. kau masih saja memperhitungkan hal-hak kecil seperti ini. Yang penting aku masih cinta padamu bukan?"

"Yah! Sudah kuduga akau akan bicara seperti itu. Katakanlah dengan lebih baik Hankyung ah..." Hankyung tersenyum kecil melihat kelakuan manja Heechul sambil meletakkan kedua lengannya di pundak Heechul.

"Saranghae Chulie ah..." Heechul nampak tersenyum puas dan memeluk erat tubuh Hankyung.

"Na do saranghae."

Untuk beberapa saat suasana berubah menjadi hening.

"Hankyung ah..."

"Hm?"

"Apa kau benar-benar cinta padaku?"

"Ne. Saranghamnida Chulie ah..."

"Hankyung ah..."

"Hm?"

"Na do saranghae."

"Ne. Aku tahu itu."

"Hankyung, kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari?"

"Aniyo. Waeyo?"

"Aku ingin bertemu denganmu dan minta maaf atas sikapku tadi pagi. Aku belum bisa berpikir dengan jernih. Miah..."

"Tak apa. Aku sudah memaafkanmu. Aku sadar, semua ini pasti terasa berat bagimu."

"Ne. Berat juga untukmu bukan?"

"Ne."

"Hankyung ah..."

"Hm?"

"Apapun keputusanmu aku akan menerimanya dengan lapang hati. Aku tahu benar seberapa berat bebanmu. Aku akan tetap mendukungmu. Ingatlah, apapun yag terjadi, meski seluruh isi dunia ini tak memihakmu, aku akan tetap selalu disisimu."

"Gomawo."

"Hankyung ah, aku tak bisa begitu saja meninggalkan para ELF dan meninggalkan nama Super Junior yang telah membesarkan namaku. Jika kau melihat Super Junior sedang tampil di panggung, maka kau pasti akan tetap melihat Heechul Super Junior. Jadi, kau juga harus tetap mendukung keberadaanku di Super Junior ya."

"Ne. Tentu saja. Aku mencintaimu Kim Heechul, aku juga mencintaimu Heechul Super Junior. Bekerjalah lebih baik dan tetaplah penuh semangat seperti biasanya meski jika aku tak ada lagi nantinya." Dengan berat Heechul melepas pelukan Hankyung kemudian tersenyum cerah padanya.

"Ne. Tentu saja." Hankyung pun turut tersenyum lembut.

"Gomawo Chulieah... Gomawo sudah mengerti diriku ini. Aku akan berusaha sekuat mungkin agar aku tak mengecewakan hatimu." Hankyung perlahan mengecup kening Heechul kemudian kembali menarik Heechul dalam pelukannya,.

Hari mulai gelap, namun hati mereka tak lagi gelap karna mereka terus berusaha saling mengerti satu sama lainnya meski dalam keadaan seberat apa pun.

-END-


Source by Lian Blingers
http://www.facebook.com/profile.php?id=1233381931&v=app_2347471856&ref=ts#!/notes.php?id=1233381931&start=10&hash=141e8a93a92494738a264872ba119863

1 komentar:

  1. hai, kunjungi blog aku yah....
    http://auliachoisiwonnie.blogspot.com

    BalasHapus